MY WAY, MY DREAMS, MY FUTURE
TERUS MELANGKAH
July 20, 2006
SEPINYA SOROAKO…
Hari ini aku ngantar Agung ke airport, dia berangkat ke Timika, dapat kerjaan baru di Redpath, kontraktornya Freeport. Kehilangan satu teman di Soroako, ternyata sangat terasa dibandingkan waktu aku mengalami hal yang sama saat masih di Yogya dulu. Apalagi aku ga hanya akan kehilangan satu teman ini aja, tapi hari minggu, teman sekamarku, teman tempat aku bercerita apa aja, teman yang kemanapun selalu bersama, Lionie juga pindah ke Vico, Jakarta. Dan bulan depan juga akan ada satu teman lain lagi yang akan pergi juga. Sedih banget… dan pastinya sepinya bakal kerasa banget. walaupun teman-teman yang lain selalu stand by dan ada, tapi seperti kubilang, kepergian seorang teman di Soroako berbeda rasanya dengan perginya seorang teman jika tinggal di kota yang lain.
Buat teman-temanku yang mo pergi dan dah pergi, gud luck aja…walaupun saat kalian pergi aku ga nangis, tapi aku benar-benar sedih banget kalian pergi… doakan aku menyusul ya… ^_^

im said,
August 9, 2006 at 4:59 am
Teman baik/dekat meninggalkan soroako…hmm..
I know exactly that feeling…. July 20 lalu saya ngantar Ben ke Airport, dia balik ke Brisbane setelah sebelumnya Febbie berangkat duluan pindah ke Perth.
I met and making a good friendship with many peoples coming for a short or long visit then leaving soroako and I think someday I will get use to it but i’m NOT. It’s always make me hard to find out a good friend leaving even thougt I still can keep in touch or even meet them again someday…. somewhere.
BUT I believe in “time heals”…time will fill up the hole that my good friends left in my heart with more adventures..but I’ll always remember that I have a good friends called Jim, WanSian, Ben, Febbie, Cherie, Yanni, Komang, Peter&Kylie, and Michael.
Have a good everyone!
joicu said,
October 11, 2006 at 5:00 pm
Aku tinggal disoroako yang penuh polusi
joicu said,
October 11, 2006 at 5:08 pm
Kehadiran PT. Inco di Soroako yang juga dikenal sebagai Bumi Sawerigading sesungguhnya telah melakukan pemusnahan sumber-sumber kehidupan masyarakat. PT. Inco telah menyerobot dan menggusur tanah masyarakat asli Soroako yang dikenal sebagai tanah adat Soluro yang kini bernama Petea dan pengambilalihan tanah Suku Witamorini yang kini bernama Karonsi’e di Kampung Dongi. Sawah-sawah yang dulu terhampar luas, asri dipandang mata, dan lumbung padi yang selalu memenuhi kebutuhan mereka, kini tak lagi dinikmati oleh generasi Suku Dongi dan Petea. Yang ada adalah lapangan golf, hasil karya penggusuran dan penyerobotan tanah oleh PT. Inco.
iwan said,
April 2, 2007 at 11:10 am
hahaha.rasain lo….ngapain tinggal lama-lama didesa.tersiksa.mending dikota apa2 ada hiburan banyak.BUAT APA BANYAK UANG KALO HATI TERTEKAN.
SALAM DAMAI.
WES NDANG NGGOLE LIA NE WAE
IAWANG
ymor sby said,
April 11, 2007 at 11:40 am
Soroako….. yg kini menjadi Sorowako….. adalah tempat yg paling berarti to me. Why……?????
Disanalah aku dilahirkan, dibesarkan, dan menuntut ilmu sampai di bangku SMU.
Soroako dahulunya desa yang penuh damai dan keakraban antar agama, tp kini telah menjadi desa yang penuh dengan petak-petak antar agama dan suku. Hal ini terjadi setelah pemuka terkenal salah satu agama datang ke srk tuk berceramah dan menyarankan agar tidak blh makan / minum dari pemberian orang yang berbeda keyakinan dengannya…..
Mulai dari situlah SRK menjadi kota yang sangat pekat dengan Sekat-sekat dalam kehidupan sehari-hari.
Kapankah SRK kembali seperti desa yang harmonis seprti dahulu….????
Sampai kapankah para provokator diam di Soroako ??????
SOROAKO DESA YANG KECIL n TERPENCIL NAMUN INDAH…..
Teriring Salam dan Doa,
bocah jowo said,
April 25, 2007 at 10:18 am
soroako…
Pengalaman tinggal 10 bulan di soroako untuk program praktek lapangan (PPL) sangatlah mengesankan, penuh dengan kenangan.aq kuliah di Politeknik Manufaktur ITB semester 6 n PPL di Akademi Teknik Soroako. di Akademi Teknik Soroako aq ditugaskan menjadi instruktur bagi mahasiswa di sana.di Soroako banyak hal yang aq temui seperti budaya kerukunan yang masih kental serta banyaknya makanan khas seperti kapurung yang terbuat dari sagu, pecok atau ikan mentah yang dikasih jeruk aja. hal ini tentu tak kudapatkan di jawa sebuah pengalaman baru.sayang soroako penuh dengan polusi yang diakibatkan oleh tambang nikelnya, banyak lahan yang gundul akibat dari penambangan.memang pihak inco sebelum menambang nikel memisahkan top soil atau tanah yang berada di atas yang mengandung unsur hara, baru dikembalikan setelah proses penambangan tetapi tanah tersebut sulit untuk ditanami tumbuhan lagi, yang saya lihat di daerah pertambangan tanah tersebut hanya bisa ditanami rumput gajah dan pohon lainnya tidak dapat hidup dengan subur. hal ini dikarenakan keseimbangan lingkungan telah terganggu. saya berharap INCO mengembalikan keseimbangan lingkungan…
the grn peace
dave said,
May 5, 2007 at 10:09 pm
Sudah hampir 3 tahun g ke soroako lagi. Kangen neh sama danaunya….hehehee. Jadi ingat masa kecil dulu. Nyari kepiting di danau, mancing, lomba nyelam sampe hidup mati buat berenang. huahahahah. Puas rasanya…. Sekarang aku wis nang Jogja mayan wis 5 tahun nang Yogya. Kalo di Soroako ada Kapurung di Yogya ada gudeg.. tp kapurung ji yang paling enak. memang PT INCO memberikan kenyamanan kpd semua rakyat soroako.. ups g smua ya hanya org2 tertentu aja. Sepertinya soroako g terkenal dengan nickelnya saja neh… Udah muncul video mesum nieee…. Dah maen agama dan ras. Mana soroakoku yang dulu t4 maen bersama tmn2 tempat yang paling enak untuk ditinggali….. hiks2.. Btw ne lg hot spotan di kampus mayan gratis . huehuehuehue….Pokoknya maju trus soroako dah… Nanti aku lulus kuliah balik lg MENGEMBALIKAN SOROAKOKU YANG DULU !!!! HUAHAHAHAHAHAHA>>>CU
Joseph Erwin said,
June 6, 2007 at 1:46 am
Selamat siang. Sorry my Bahasa Indonesia is not good enough, so I must write to you in English.
I’m very lonely for the people I met in Soroako and Kampung Matano.
I visited there some times in 1988 and the 1990s. I very much liked the people I met, like Pak Abdullah, a very good cook and nice man, also his wife and children. They were all very nice to me. Also Pak Rahman and his wife and son. All very musical and good to us. And especially good friends, Datus Malindir and his family. How much fun we had singing together in the karioke. Then also in Kampung Matano, Pak Suddin and his family were so good to us. We became close friends in a very short time. And Hatta, a very small man with a very big heart that he opened to us. I think of all these friends very often. I do not know if I will ever be able to come to Kecamatan Nuha area again, but I hope all is well there with my friends and that they remember the very good times we had on the beautiful lake and wandering through the forest looking for monjet.
Wishing you well,
Joe from Amerika
Joseph Erwin
jerwin@agingapes.org
kartika said,
April 2, 2010 at 12:23 am
Mr. Joe… I really hope i can find you on facebook or twitter. If you visited soroako around 88-90 and you know Uncle Datus and Pak Rahman, is it possible you know my father also? He’s Mr. Jose Rizal. He passed away on april 7 years ago. I kind of miss him. And soroako with all it contain somehow remind me on my joyful moments with him. This is one of my effort to recollect those memories i have missed. If you can read this comment, whenever the time is, please contact me on my e-mail kartikaindriani@ymail.com. I can’t wait to hear news from you. If you don’t know my father, don’t hesitate to contact me either. You know, curiosity kills. He he… Pardon my english, sir. But I hope it helped.
-tika-
ravry said,
July 15, 2007 at 4:02 am
sorowako tuh yang bagus SMU YPS,ceweknya chantiq2 n cowoknya ganteng2…apalagi guru2nya,chonthonya pak agus tuh yg ngajarin fisika..apalagi pak amri!
M. Dajoh said,
August 3, 2007 at 12:41 am
Hi everyone. I am sorry that I have to write in English since my Indonesian are not so good anymore. Thanks for your understanding.
I lived in Soroako all throughout my childhood. My father worked for the Canadian mining company there for over 15 years, before leaving to United States in 1986. It has been over 20 years since, and I still has not forgot’n what a magical place that little town was. I am sure that many things has changed since, but I am hopefull that onething is still as beautiful as I can remember, Lake Matano.
I would appreciate very much if anyone can provide me more images (or links for images) for Soroako. You can email them to me at macd37@yahoo.com
Thank you.
ravry said,
August 16, 2007 at 3:17 am
ats kren bangets……
Chris Houtomo said,
September 1, 2007 at 8:09 pm
Gimana2 soroako tetep aja kampung halaman biarpun dah lebih dari 9 tahunan ga liat soroako berhubung ortu dah ga ada di sana lagi.
Emang kerasa banget beratnya kalo harus nganterin orang ninggalin kita, apalagi di soroako yang mana setiap orang tau semua orang.
Yang aku msh inget sampe sekarang soroako tetep tempat yg indah biarpun berita yg masuk dari temen2 yg lain justru kebalikan. Sangat banget disayangkan kalo tempat yg tadinya tenang jadi tempat yg ga tenang karena ada oknum2 yg maunya mencari untung diri sendiri. Kalo ga ada PT INCO menurut saya pribadi ga bakalan soroako dikenal ma orang di luar sulawesi. Ga mungkin juga taraf hidup disekitarnya meningkat. Kenapa harus dihancurin karena orang2 yg pake kedok agama hanya mencari keuntungan diri sendiri. Ga sadar apa kalo itu sebenarnya malah nyakitin orang sendiri. Gimana bisa maju kalo sesama orang Indonesia aja ga bisa hidup akur. Jangan hanya menuntut, liat juga diri sendiri dah nyumbang apa ke daerahnya sendiri.
Anyway … cukup ngelepasin unek2 … keep me posted perkembangan soroako dong. ato visit aja http://www.ourpark.co.nz/soroako untuk sumbang berita.
Aku lagi nyoba ngumpulin lagi anak2 soroako n syukur2 kl ada yg mo bagi2 berita2 yg positive preferably. Ga ada gunanya bikin depresi diri sendiri.
Hormat
Chris Houtomo
myuis said,
September 14, 2007 at 2:16 pm
soroako….memang t4 yang indah. apalagi mangkutana. wahh…kernz banget. buat riva, g cuma di soroako yang ceweknya cantik2, tapi di mangkutana juga g kalah. Mangkutana bisa tonji……..
ren's said,
September 26, 2007 at 2:03 pm
sdh 2 th lalu ninggalin soroako tp rasanya baru kemarin sore…ingat bgm rasanya hampir tenggelam di pantai kupu2, kesasar di bukit atasnya kopatea, jalan dari F-Gym sampai D-single gara2 demo karyawan sampe dicegat ga boleh lewat. untung pake ID Card YPS..jadi aman deh, guru gitu loh..
pengen lagi jalan2 ke mangkutana beli durian, ke malili makan ikan bakar, ke wasuponda & wawondula mencari-cari kepastian yang tidak pasti…
yah..pokoknya..so many things make me wants come back in soroako…but…so many reason why i have to leave from soroako…n it’s not only the story….
wie said,
November 4, 2007 at 5:10 pm
mau bagaimana lagi allah menghendaki nafkah kami ada disini tapi kok kayaknya kami merasa seperti katak dalam tempurung ya?
1. bahasa kasar,sopan santun ngga ada kenapa ya?
2. rasa kemanusiaan dan jiwa sosialnya mungkin hanya 20 % aja !
3. meski ngga terlihat tapi benar2 nyata adanya jurang yang berada dan yang papa,yang muslim dan non muslim,rasa gengsi yang tinggi dan selalu memandang orang lain lebih rendah..itukah cerminan masyarakat soroako?
4. sarana hiburan tidak ada (jangankan mall atau bioskop yang ada hanyalah pasar dan toko dengan barang kualitas biasa yang dijual dengan amat sangat mahal).cepat kaya ya orang yang dagang di soroako?
5. informasi terbatas (buku2, majalah atau tabloid kalo ngga telat, habis bahkan udah kelewat tanggalnya, internet?mahal amat ya di tempat lain aja cuma 2500 per jam ngga pake lama, kursus2 dan seminar untuk tambah wawasan hampir tak ada yang ada hanya tv kabel yang sebulan bayar 30rb (he he)
6. sarana kesehatan? rs kalo bukan karyawan inco dan keluarga kayaknya dipersulit dan pelayanan ngga ramah banget padahal kita berobat juga bisa bayar tunai kok..orang kita juga punya uang tapi mau gimana lagi nerima aja deh wong ngga ada alternatif lain daripada berobat di puskesmas pelayanan lebih menyedihkan , hanya posyandu yang dengan setia memberikan pelayanan bagi bayi dan balita dengan segala keterbatasannya.
7.dan makanan? udah bayar mahal kenapa rasa pas2an aja?
Apapun kekurangannya soroako…kami tetap bersyukur..pernah menjadi bagianmu,kau terukir dalam catatan perjalanan hidup kami…terimakasih soroako…kau banyak memberi kami pelajaran hidup.
ChAoS said,
November 15, 2007 at 8:27 pm
Sy di Srq dah cukup lama…
Kemajuan pesat layaknya kota kecil dikawasan industri pertambangan gak terlihat sampai skrng. PT.INCO dengan segala kekuasaan & egonya msh tetap dari dulu hingga kini… (dulu2 sx sih gak kaya gini…)
Sebagian besar kary PTI seolah hidup dalam dunianya sendiri (maaf, terutama staf yg berasal dari luar sulawesi…)
GLU, sebuah wadah di D-Single yg dulunya sangat aktif dalam kegiatan masyarakat soleh menjadi “Sarang Penyamun” tempat bertapa para ahli berbagai disiplin ilmu (eh, banyak jg yg fresh graduate lho… Yg datang cuma sekedar nyari pengalaman trus pergi lg dr Srq…)
Nah… ini dia nih yg sering bikin iri Local Community di Luwu Timur…
Apalagi diera skrng ini, dgn UU Otonomi Daerah… Seolah-olah belum mampu merubah kebiasaan lama oknum kapitalis di perusahaan ini…
Mirisnya lagi, jika kita melihat data pencari kerja yg ada di Disnaker Lutim, begitu banyak sarjana Local Community… Tetapi….., pemberian kesempatan selalu berada pada prioritas kesekian…
Sdh beberapa kali Inco di demo oleh masyarakat adat yg semata-mata ingin lebih meningkatkan taraf hidup mereka (yg paling banyak diberi kesempatan kerja sebagai buruh kasar…).
Kemarin, 15 Nov 2007, INCO di demo kembali bukan oleh masy tetapi oleh karyawan mereka sendiri…
Lebih dari 1000 org yg melakukan aksi mogok kerja didepan pintu masuk plant site…
Sebenarnya… ada apa semua dgn ini ??? Katanya sih krn msh ada dusta diantara kita… he..he..he…
Ini cm berdasarkan pengamatan saya secara pribadi ya….
love n peace…
ChAoS said,
November 21, 2007 at 8:50 pm
Peace…
Suntuk juga dgn suasana Sorowako kaya’ gini..
Karyawan PT.INCO mogok lah… Organisasi Masyarakat Lokal Sorowako mau demo PT.INCO lah…(tp nda jadi karena “bertepatan” dgn program Comdev inco yg ditawarkan ke mereka..he..he..he.. hwa…haaa…haaaaa…)
Brimob yg sdh “show force” disekitar perumahan penduduk…
Serikat pekerja & Manajemen yg tidak pernah sepakat…
Pekerja & pekerja yg sdh mulai saling menghasut antara yg kerja dgn yg tetap mogok…
Ibu-ibu (yg tidak tau permasalahan sebenarnya..) yg saling menghakimi suami orang sebagai penghianat (yg tetap bekerja)…
“Aktor” yg bermain di masyarakat maupun di manajemen CVRD – PT. Inco, Tbk… yg pengen meraup kepentingan tersendiri baik uang maupun jabatan aji mumpung…
Uang…uang…uang… lagi-lagi uaaaaannnnngggg….!!!!!
Mending week end aja ke Makassar… Enjoy…(ngabisin uang…???)
ChAoS said,
November 25, 2007 at 9:39 pm
Ur welcome…
Akhirnya… Win-win solution bisa disepakati antara SP-KEP & INCO…
Thanks buat Manajemen PTI, SP-KEP & Pemda Lutim…
But…..,
Dampak sangat terasa di masyarakat perkampungan (juga sebagian di kompleks perumahan PTI)…
Kerukunan warga yg sebelumnya terjalin harmonis, sirna akibat “KERJA vs MOGOK”…
Entah… Kapan ini bisa kembali seperti dulu lagi..???
Selamat kepada Extr. Rel. PTI atas “program” Comdev yg sangat “ampuh” sejak dahulu kala dalam meredam gejolak di masy…
Selamat kepada aktifis mahasiswa di MKS yg mendapat “Beasiswa”…
(Apakah masy & mahasiswa dapat di “BELI” dgn program & beasiswa…???)
Wallahualam bissawab….
“KAMI INGIN SOROWAKO INI MAJU DAN TETAP HARMONIS…!!!!!”
PeAce…
heny said,
December 21, 2007 at 8:27 pm
soroako adalah kota di mana aku lahir dan di besarkan oleh kedua orang tuaku. aku senang sekali tinggal di soroako, apalagi hidup dnegan berbagai orang-orang yang berasal daerah yang berbeda dan agamanya yang berbeda. pengelompoan2 tentu dan pasti ada, tapi bagaimana dari kita melihat perbedaan itu menjadi suatu yang tabu dan menjadikan sesuatu yang fanatik atau mengikat sehingga kita tidak melihat lagi orang lain itu ada dan hidup. apalgi mengenal ornag soroako asli.wah….barusan saja nostalgia dnegan kakak bagaimana kalo lebaran ke teman2 papi di daerah soroako asli mereka sangat terbuka. wah…thx GOD.
soroako sudah mulai terkenal….dulu kalo aku bilang aku tianggal di soroako teman2 pada tanya” heny daerah irian yah tempatmu….”wah…rasanya mau nunjukin peta tapi kalo peta dulu juga tidak ada soroakonya….he….jadi simpan dalam otak aja. yang penting aku jelasin tempat itu indah dan sangat mendukung siswa2nya belajar, berolahrag….tidak gaptek2 banget deh….munculnya temapt wisata soroako di tv juiga sangat membantu orang lain bahwa ada tempat yang bisa menjadi tempat wisata, selain tempat orang mencari mata pencaharian melalui PT INCO.kupikir juga INCO membantu orang2 lain hidup…..ini si pendaptku…..
kartika said,
April 2, 2010 at 12:06 am
hahaha!!!!!!! dulu waktu saya ngurus raport pindahan ke JKT, malah dikira Soroako itu di Canada. huahahahaha!!!!! Saya iya-in aja biar gaya!!!
Febri said,
December 26, 2007 at 6:03 am
Sorowako…..
Mau masuk kerja di INCO harus punya beking kuat, sekuat sovel yg ada ditambang.
DOA cuma Dorongan Orang Atas, dan harus punya rekomendasi dari FKPAS tidak butuh pengalaman ato gelar.
Janji manajemen setiap pidato perpisahan karyawan yg akan pensiun yaitu:”setiap anak karyawan yg pensiun di utamakan bekerja di INCO”.
tapi nyatanya cm janji manis saja, seperti orang2 kampanye.
Mau magang saja susah apalagi kerja!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Mana janjimu…………………………………………………………….
kartika said,
April 2, 2010 at 12:03 am
emang gitu ya? jadi kalo anak pensiunan inco bisa kerja disitu gitu? jadi saya bisa dooonnnggg….. hehehe, bingung nih… komen yang dibawah ngomel gara2 kalo yg masuk INCO cuma anak2 pensiunannya sementara pihak luar INCO (padahal masih di sekitar srq) dicuekin. intinya mah bener, itu masalah rejeki. tapi tenang mi…. rejeki itu tidak akan tertukar to???
heny said,
December 27, 2007 at 10:23 pm
sepinya soroako tergantung orang yang melihat yah….
bagi orang yang melankolis yang sukanya menyendiri dan sudah terbiasa dengan hidup yang tenang…pas tuh tinggal di soroako….
tapi bagi orang yang suka dengan keramaian dan belanja ga cocok di soroako….
tahu kan soroako tidak ada tempat untuk belanja….
AKU SIH SUKANYA SOROAKO….tempat yang sepi apalagi dengan danau….cocok untuk merenung….apalgi sudha mau lewat nih satu tahun (2007),,,,SELAMAT TAHUN BARU SOROAKO…….Wah….kalo udah punya uang sendiri pinginnya liburan ke soroako……
chipank said,
January 2, 2008 at 6:35 pm
sebenarnya soroako gak jelek2 amat,cuma kudu sabar aja,wong dimana2 jg ada susah,tinggal gimana aja kita ngerasa enjoy,butuh energi besar tuk syukurin pemberian tuhan,saudara2 kita yang lain masih banyak koq yg susah…
banyak koq lowongan dibuka tuk org lokal,PPI misalnya,semuanya dijamin lokal,tanpa beking lagi,murni lah yau…
cuma kalo gak beruntung,emang susah masuknya,..
soal dikontrak INCO urusan belakang,yang penting udah dapat skilll
hidup soroako…!!!!!!
Hidup Bungku Morowali…!!!
Hidup Kolaka!!!
met kenalan buat para Blogger….
love u all…
ChAoS said,
January 13, 2008 at 6:39 pm
He..he..he…
Sorowako…sorowako…. PT.INCO…PT.INCO…
Janji manajeman buat mengutamakan kerja bagi anak pensiunan PT.INCO menurut sy tuh kesalahan besar…. Emang perusahaan ini milik keluarga ???
kapan org laen bs kerja di INCO ??? Katebelece dar FKPAS & KWAS juga terkadang sifatnya memaksakan. Jika penerimaan PTI tapi gak ada anak Sorowako yg lulus, terkadang seleksi harus di ulang… Waduh, kesannya maksa sekaleeeeee…….
Trus, PTI jg msh saja rekrut pekerja Fresh Graduate dari luar Sulawesi. Padahal stok fresh graduate di Luwu Timur msh sangat banyak, tetapi peluang tdk diberikan. Gak ngerti Otonomi Daerah kayanya…
Eh, dan COMDEV PT.INCO sebaiknya diperjelas sasarannya dan transparan pertanggungjawabannya ke publik agar dana tsb tdk dimanfaatkan oleh oknum tertentu saja…
Mari kita semua berbenah untuk Sorowako, INCO & Luwu Timur yg kita cintai ini…
Benk said,
January 17, 2008 at 8:30 pm
Miss U matano..
Saya doakan Sorako semakin maju, dan dapat memberi manfaat dan kesejateraan bagi masyarakat.
@benk
dhayat keosabo said,
January 18, 2008 at 6:09 am
Sorowako…indah…
Paul said,
January 21, 2008 at 8:28 pm
ATS sudah berkembang dengan baik, tapi perlu pembenahan kedalam terutama penerimaan karywan perlu dilibatkan pihak2 yang independen agar prosesnya objective.
merdi said,
February 11, 2008 at 11:38 pm
boleh, tanya ama rekan2. kalo ada info magang dalam bidang pertambangan dan oil. kirim kabar ke email saya di m3re_msc@yahoo.com
Ningot said,
February 13, 2008 at 3:28 am
Soroako indah dan nyaman…??? apa iya?? jangan-jangan hanya sebagian orang saja yang merasakan keindahan dan kenyamanan Soroako sedang yang lainnya yang merasakan betapa keras dan kejamnya Soroako tidak tampil di permukaan sehingga kita tidak tahu…
semoga kita tidak hanya melihat bahwa Soroako itu indah dan nyaman, tapi kita harus obyektif, toch melalui warna yang berbeda kita juga akan dapat belajar melihat dari sudut pandang yang lain…selamat mendengar seruan suara yang tidak berbunyi…salam
heny said,
March 1, 2008 at 1:59 am
janganterlalu mendramtisisr deh….memang sangat sulit di soroako…perlu bersaing dalam kerja…..SAING yangSEHAT tentunya….salah satu hal yang membuat seseorang merasa sepi di soroako karena berada dalam dunia kerja…pergaulan akan semakin luas tapi pembicaraannya akan semakin sempit…berbeda dengan masa kuliah….kuliah tidak perlu ada kekangan dari dalam…paling dari dosen itupun karena dosen ingin agar kita lulus cepat…tapi kalo udah kerja tuntutan sangat banyak dari boslah dan tututan standart kerja…IYA ga…walau belum kerja tapi sudah banyak kakak2 yang kukenal menceritakan dunia kerja…..NIKMATI SETIAP PEKERJAAN DAN ALAM YANG ADA….karena sangat sulit memperoleh keindahan alam di sana….kalau kita mau memperoleh yangsama seperti SOROAKO sudah sangat sulit….tmepat tambangyang sangat mendukung kebersihan alam….ini sih sejauh yang kulihat dna beberapa tahun tinggal di Soroako…sekarang jika mengalami perubahan yah….berarti sudah ada ornag yang tidak mau bertanggung jawab atas daerah aset bangsa…..
Masihkah merasa sepi????Emangnya sudah berapa lama di Soroako????merasa sepi atau sendiri….????SEPI secara emosi sedangkan SENDIRI secara fisik????mungkin bisa dibedakan????he…lah kok malah konseling….yah…hanya berbagi pengetahuan saja….tetap berjuang….
heny said,
March 1, 2008 at 2:04 am
wah seru juga dengan adanya blog ini…walau tidak ada di soroako bisa merasakan daerah soroako….wah…dari jogja toh…kuliah di mana dulu???UPN????atau UGM???biasanya daerah tambang tuh kalo bukan lulusan UPN, UGM eh…atau UII???
PARNINGOTAN kasih comment juga toh….wah…NIngot udha lulus kah kuliahmu???kapan2 janjian ketemuan yah….
he…malah cari teman lewat blog ini….
zakiah said,
March 6, 2008 at 11:14 pm
Assalamualaikum Mb titin,
Hai, met kenal ya. membaca tulisan mu DALAM BANGET….,
Soroako CITY yang INDAH. menyimpan 1001 keindahan.
Setiap Setahun sekli aku Mampir ke CITY itu, sembari menikmati keindahannya. ketika pulang Kampung Q melewati CITY itu.
Kampoengku tak jauh dari Soroako, Namanya MOROWALI. di CITY Q tu JUga sama menyimpan 1001 keindahan yang terpendam dan sangat jarang di publikasikan. Tepatnya di BUNGKU TENGAH. Desa MATANO.
Sulawesi memang gudangnya tambang, hampir di setiap sudut terdapt tambang di Kota or di Desa. tahukah kamu? tepatnya diDESa BAHOMOTEFE disana terdapat prusahaan tambang NIKEL yang sangat GEDE, baru SIH..,
Maaf ceritaQ terpending Coz mau RapAt MUSKERDA PUSKOMDA FSLDK YOGYA dulu Ya…
Wassalam.
bowobmw said,
March 24, 2008 at 4:30 am
Soroako….
Aku pengen n akan menjadi wargamu. Namun kayaknya jalan menujumu sangat terjal dan banyak rintangan. Dia sudah tak ingin aku ke sana. Doain aku ya semoga keinginanku bisa terwujud. Biar SEPI Asala HEPY….. Hee..heee…
Sampaikan salamku untuk yang tercinta RARA binti HM Rusdi PT Inco Soarako…
amar said,
April 6, 2008 at 7:06 am
Sorowako……,
Wow…tempat kenangan ……bersama keluarga dan teman-teman……dimana aku di besarkan…menuntut ilmu dan bekerja……walaupun kini jauh di seberang lautan tetapi tetap terkenang setiap saat….,
itulah kehidupan dunia industri, setelah saya merantau di Sumbawa ( Newmont ) ternyata banyak rekan-rekan dari Sorowako yan saya jumpai…( Dunia proyek takselebar daun kelor…ha..ha )
Bener seru dengan adanya blog ini….bisa mendapatkan informasi Sorowako….
salam buat rekan di sorowako & ATS.
Demmie said,
April 7, 2008 at 4:43 am
Soroako…..gila gak bakal terlupakan di dalam kehidupannku disamalah aku menemukan cinta pertama walaupun sekarang gak bisa jadi milik tapi kenangan indah di waktu smp yang sangat indah
seneng rasannya bisa berbagi cerita tentang soroako yang sudah hanpir 10 tahun gak aku kunjungi karena orang tua sudah pensiun…..
oh dano matano yang indah……i miss you…….
Titin said,
May 7, 2008 at 11:31 pm
salam kenal ,,,,
kalau boleh tau kakak kerjanya dimana pa yang disamping lapangan golf so aku kayaknya pernh dengr namanya kakak dech,,,,
so ro wa ko,,,,,,, entahlah tiap kali aku dengar nama itu..?!
tapi melalui ini kerinduanku akan sRwk bs sedikt terobati,saat ini aku lagi da jauuuuh disebrang,,,tapi suatu saat nanti aku past kembali,,,,disorwk yang kurasakan bukan sepi tapi ketenangan…
salam kenal dariku & salamku juga buat TIANSHI SorwKo ” SUCCESSsss”
BZ.Vauly said,
May 8, 2008 at 11:43 am
Hi Titin (Soroako),
Iseng search soroako, akhirnya menemukan blog manis, creative, dan informatif soal soroako. Rindu terobati… thanks titin for this.
Waduh jadi rindu pengen berenang, rafting, diving, manjat kelapa, golf, nginep berkemah di pinggir danau, mancing, off road, dan sekali-sekali long drive to makassar atau ngejeep ke sulawesi tenggara lewat pongkeru. hmm… amazing life..
ngeliat foto-foto hikingnya titin di gunung itu, waduh inget pernah nginep disana hiking bareng teman-teman GLU, atau bersepeda pagi-pagi motret dari gunung buto, sangat indah kampung itu…
dan Sungguh sebuah anugerah besar pernah berada di kota kecil itu.
apa kabar GLU titin?
salam//
BZ. VAULY
Atjos said,
June 13, 2008 at 6:57 pm
As Al wr wb!
ibu!
gimana dengan kegiatan setiap sabtu?
jalan kaki ke wasuponda lewat kopatea?
kapan di adakan lagi?
bolehkah bergabung???
cheerss!
atjos
atjos nichols said,
June 23, 2009 at 3:00 pm
As Al wr wb!
koq sepi,
napa yach?
usnul said,
June 27, 2008 at 9:30 pm
Ass,salam kenal orang soroako,,,,,,wah kebetulan saya lahhir di mangkutana kab luwu timur dan memang daerah yang terpencil dan jauh dari kebisingan kota, tapi tetep asik kok,,,,,,….dan dulu sewaktu masa SMU dulu pernah saya kedanau disoroako wah ternyata indah banget dan rasanya gak pengen tuh cepe-cepet meninggalknnya karean indhnya, tapii kalau sekarang saya udah tidak tau gimana kabarnya lagi danau tersebut karena udah tiga tahun saya tidak pulang ke mangkutana (daerah saya). walaupun sekarang soroako sudah menjadi tempat eksploitasi tambang besar-besaran tapi danaunya masih indah kan????!!!
salam kenal orang luwu timur
AGM said,
September 10, 2008 at 5:56 am
sekedar memberikan informasi mengenai akses TV berbayar telkomvision & broadband internet dengan kabel modem sudah tersedia untuk area pontada & salonsa. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi sdr Ryan 0475-7005089
wibawan said,
September 19, 2008 at 8:19 pm
soroako itu indah, walaupun kecil tapi indah
banyak yang gue dptkan disini, mulai dari temen, pengalaman, dan hal lain
gue sd samapi smp disini, teman-temannya banyak apa lagi arif
bencan said,
October 17, 2008 at 1:09 pm
Sebentar lagi sorowako…………………terkena bencana akibat gundul hutanku!!!
ikha said,
November 15, 2008 at 1:32 am
srowako???????
banayk yang suka,,,tapi g banyak juga yang g suKa…
napa???????
ngerusak daerag sorowako???
jangan salah,,,,,perusahaan juga mikirin daersah sorowako kok…
buktinya,,,pengolahan limbah,,penghijauan,,sampae’ nursery juga digalakkan kan????
INCO bertanggung jawab kan???????
tyus,,,INCO juga banyak kasih fasilitas yg bener2 bantu kita…
INCO tuh salah satu perusahaan tambang yg dapet penghargaan dari pemerintah karena pengelolaan limbah,,terkhusus asapna bisa dikelola dengan baik dengan bantuan teknologi canggih,,,coz hasil dari pengelolaannya lebih kecil dari batas yg di anjurkan pemerintah..pemerintah aja salaut nuat INCO,,napa kita sebagai warga SOROWAKO yang dah dibantu sama INCO g trimakasih???
hebat kan INCO????
selain itu,,fasilitas sekolahnya bener2 OK!!!!!!!
doibandingin sama skul yg di kOta,,,YPS jauh lebih baik…
beNeran!!!!!!!!!!!
ayo dUnkz,,,pemuda2 sRk yg merantau tuk nyari iLmu,,
baLik lagi ke Srk tuk nyumbang ide supaya Srk bisa lebih baik lagi…
dah banyak perubahan kan sekarang????
tapi itu belum cuKup,,,
kita harus membawa perubahan lagi,,,
tapi perubahan yang BAIK,,,,yang emang BERGUNA tuk kota SOROWAKO tercinta…..
peace^^
sunu said,
December 4, 2008 at 2:22 am
jadi rindu ama tanah kelahiran gue….
soroako…..,
rindu ama danau matano nya…
rindu ama buburnya…
rindu ama kapurungnya….
i miss everythhing….
kartika said,
April 1, 2010 at 11:56 pm
sama tokonya om dengkeng… masih idup ga ya dia???? dulu suka dikasih coklat gratis kalo lagi ngambek…
Joel Ramon said,
February 7, 2009 at 6:15 am
Soroako ku….I love you
Joel ramon
08176563194
wahyu said,
March 17, 2009 at 12:26 am
Sorowako-ku .. tempat yang indah dan berkesan karena di situ aku lahir, hidup, dan dibesarkan. Menurutku, INCO di sisi lain juga telah membawa kemajuan bagi orang2 di sekitarnya. Di masa saya kecil, tidak pernah ada perbedaan dan keributan2… kehidupan kami damai. orang yang tinggal di oldcamp, security, sorowako lama, sorowako baru, pontada, buton, sampai salonsa, semua saling kenal dan bisa menunjuk Bpk. A tinggal di mana…
Yang ngomong soal Sorowako tempat yang jelek adalah provokator yang iri dengan indahnya kehidupan di Sorowako… mudah2an mereka terusir hingga Sorowako bisa menjadi tempat yang indah lagi.
peace!!
Ningot said,
April 8, 2009 at 3:35 pm
saya bangga lahir dan besar di Soroako. saya senang dengan orang-orang yang hidup di soroako. Soroako memberikan warna terang di dalam hidupku, dan itu yang membuat saya yakin bahwa betapa indahnya dunia ini karena ada perbedaan. saya sangat rindu pulang…
syukur said,
April 16, 2009 at 11:48 pm
goodby sorowako ..gw gk mau ingat lw sebab klau gw ingat pasti pengen balik karena kesejukan & ketenanganmu perjalanan gw masih jauh k depan jadi kita putus dulu ya..klau jodoh ntar ketemu lg he..he
Chichi said,
April 18, 2009 at 10:24 am
Soroako tempat transit kalau aku kemakasar,karena saya domisili dimorowali. Pernah sih dulu banyak teman2 aku di Soroako, tapi semuanya sudah ga ada lagi, aku kehilangan kontak sama mereka. Apa mereka masih tinggal disana atau sudah pada hengkang semua. Melalui sarana ini mudah2an komunikasi bisa tersambung lagi
kang_azyz said,
April 27, 2009 at 12:23 am
Salam kenal buat sahabat di sulawesi selatan, kenalin gua anak jawa asli sulawesi, sekarang lagi kul di jember jatim.
Teng kyu !!!!
... said,
May 3, 2009 at 1:26 pm
sorowako…
lup u,,,
Carvalho said,
May 7, 2009 at 2:25 pm
Puncak hidup adalah ketenangan jiwa.
Dan saya mendapatkannya di SRK ….
Sem R Siregar said,
May 7, 2009 at 3:13 pm
Hi Titin,
Senang rasanya bisa menulis di sini. Sebagai pekerja tambang, saya sudah 6 kali mengalami keluar masuk perusahaan tambang. Mulai dari daerah terpencil Sumatra Barat, Bengkulu, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Tetapi setelah bekerja di Soroako saya merasa ada ketenangan dalam bekerja, ketenangan jiwa/bathin.
Kenapa? Nga bisa saya jelaskan karena sifatnya jiwa kan batiniah , mungkin karena alamnya yang sangat indah, kenangan-kenangan saat awal masuk dulu atau yang lain ??
Titin, Puncak Hidup adalah ketenangan jiwa, saya merasa mendapatkannya di Soroako, …….. semoga Titin juga mendapatkannya …..
//Sem R Siregar
Suharni umar said,
May 29, 2009 at 7:49 pm
Soroako gak lama lagi jadi kota kenangan dan. Kota tua, klo tambang gak produktif lagi, ya semua karyawan dan yang terkait keluar dari soroako, lalu penduduk soroako cuma dapat tanah yang tandus gak dapat apa -apa.
atjos nichols said,
June 23, 2009 at 3:02 pm
ya ngga lah Ibu!
malah purna tambang seperti POCI (Pondok Cinta), bagus banget buat tempat santai di sore hari, sdambil memandang kegiatan pertambangan dari jauh.
Suharni umar said,
May 29, 2009 at 8:03 pm
Buat kawan kawan alumni jogja gimana kabarmu sekarang aku roni angkatn 96 dari perhipla jogja call aku di 081319686835, sekarang aku di jakarta
Mamin said,
July 28, 2009 at 4:28 pm
Ke mana Anthyku yang hilang, apakah dinda di soroako lagi. sehatkan dinda.
Kakak rindu seklai, pingin ketemu adikku
Salam
de yc8ibd
Mamin said,
July 28, 2009 at 4:32 pm
Kalau ada yang tahu nomor ponselnya Mulianti, M. A.Mg (alumnus AKADEMI GIZI KENDARI ), atau yang tahu tentang dia boleh dong send sms ke 08164311302
ta tunggu yachhhhh…
thks sebelumnya
ddot said,
September 2, 2009 at 7:36 pm
soroako memang indah
http://mig33soroako.forumotions.com/forum.htm
rony said,
December 14, 2009 at 4:10 am
sorowako bukan cuman indah ddot, tapi banyak wewenya
ita said,
September 30, 2009 at 9:45 am
soroako dan sekitarx sekarang jg kena imbas krisis global, banyak yang sudah meninggalkanx. kecuali yang masih mencintai dan dicintai olehx.
rony said,
December 14, 2009 at 4:11 am
kapan ya bisa jalan2 lg ke sorowako? :S
rindu kampung halaman. hehehehe……
panjul said,
December 14, 2009 at 1:55 pm
soroako tunggu saya
http://mig33soroako.forumotion.org/
HERDA said,
March 2, 2010 at 12:33 pm
RINDUKU………….SOROWAKO………
kartika said,
April 1, 2010 at 11:52 pm
waduh! iseng2 browsing nyari keygen trus nyampenya disini. dan ga taunya ada hubungannya sama SRQ ya??? duh, ada apa ini? apakah ini pertanda? ngomong2, yang udah di SRQ dari kisaran taun ’80-’90 gitu ada ga’? (ini bukan lagi nyari jodoh yaaaa…) diutamakan yang lahir sekitar tahun ’85-an dan sempet nyicipin singkole… karna aku lahir di soroako… tinggal disana cuma sampe kelas 1 SD. sementara kalo Papa -Mama sih 18 taun disana… wuuiiihhh,,, sekarang udah ada lapangan golf ya? terakhir kali di soroako taun’90-’91 an… kangeeennn… dulu aku sempet tinggal di jalan salonsa…. aaarrrggghhh!!!! miss it so much!!!